Home » » Tinjauan Pustaka laporan ikhtiologi

Tinjauan Pustaka laporan ikhtiologi

Morfologi Ikan

Jumlah spesies ikan berkisar kurang lebih 20.000 (untuk yang telah diketahui), dan bahkan diperkirakan masih ada sekitar 40.000 spesies lagi yang masih belum diketahui. Dengan fakta yang ada, maka tak terelakkan lagi bahwa dengan jumlah yang sebesar itu, ikan bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Perbedaan- perbedaan lain yang terlihat antara lain :

1. Sisik

Menurut Rahardjo (1985), sisik diistilahkan sebagai rangka dermis, karena sisik dibuat di dalam lapisan dermis. Selain itu ada juga ikan yang tak bersisik, kebanyakan dari sub-ordo Siluroidea, contohnya ikan Jambal (Pangasius pangasius). Sisik dibedakan berdasarkan jenis bahan dan bentuknya, sisik dibedakan menjadi :

  1. Sisik placoid

Terdapat pada ikan yang bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuknya hampir mirip dengan dengan bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang menonjol seperti duri keluar dari epidermis.


  1. Sisik cosmoid

Terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif. Sisik ini terdiri dari beberapa lapis, dari luar : a) Vitrodentine (dilapisi semacam enamel)

b) Cosmine (lapisan kuat dan non-seluler)

c) Isopedine.

Misalnya : Latimeria chalumnae.

  1. Sisik ganoid

  • Terdiri dari beberapa lapisan, dari luar :

    1. Ganoine (Terdiri dari garan-garam an-organik)

    2. Lapisan yang seperti lapisan cosmoine

    3. Isopedine

  • Bentuk seperti belah ketupat, misalnya ikan : Polypterus, Lepisostidae, Acipencoridae, Polyodontidae

  1. Sisik cycloid

Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, dan lingkaran pada bagian belakang bergigi.

  1. Sisik ctenoid

Menurut Rahardjo, (1985) Sisik cikloid dan sisik ctenoid kepipihannya tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparan, dan tidak mengandung dentine atau enamel. Bagian sisik yang menempel pada tubuh hanya sebagian


  1. Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh ikan, bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Secara umum, Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan kedalam enam kelompok yaitu roverpredator (predator aktif), lie-in-wait predator (predator tak aktif), surface-oriented fish (ikan pelagik), bottom fish (ikan demersal), ikan bertubuh besar, dan ikan semacam belut.

(Moyle, P.B. & J.J. Cech. 1988)

Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan.

- Panjang total (TL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga ujung ekor.

- Panjang standar (SL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik-sisik tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor)

3. Sirip

Menurut Rahardjo, (1985), pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip dubur, dan sirip ekor. Penjelasan untuk macam-macam sirip ini adalah :

  1. Sirip perut

Sirip perut pada sub class elasmobranchia disokong oleh tulang tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium.

  1. Sirip punggung

Sirip punggung yang terdapat pada ikan class Chondrichtyes disokong oleh keping-keping tulang rawan disebut rawan basal yang terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak di bagian rawan basal menunjang jari-jari keras.

  1. Sirip dada

Pada Condridhthyes disokong oleh tulang gelang bahu (Pectoral girdle) dinamakan coracoscapula. Pada ikan Osteichthyes gelang bahu terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal.

  1. Sirip dubur

Ikan Osteichthyes tulang yang menyokong sirip dubur ada tiga termasuk di dalamnya masuk ke dalam bagian tubuh, diantaranya tulang cucuk hemal dinamakan promaxial pterygiophore dan terluar distal pterigiophore di atasnya terdapat intermediet pterygiophore.

  1. Sirip ekor

Tipe ekor ada lima macam yaitu : Rounded , Truncate, Lunate, Emarginate, dan Forked. Secara garis besar macam bentuk ekor dibedakan menjadi : Heterocercal, Protocercal, dan Homocercal.

  1. Warna tubuh

Ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana, keputih-putihan pada bagian perut, lalu keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah. Ikan yang hidup di daerah dasar, bagian perutnya berwarna pucat dan bagian pungung berwarna gelap. Warna ikan ini disebabkan oleh Schemacrom (konfigurasi sisik) dan Bichrom (pigmen pembawa warna) (Sugiri, 1992).


  1. Tipe mulut

Mulut ikan, bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.

(Kotelllat et al., 1993)

Tipe mulut bergantung pada jenis makanan yang menjadi santapan ikan. Ada empat tipe mulut pada ikan, yaitu :

  1. Terminal : mulut terletak di ujung kepala menghadap ke depan.

  2. Sub terminal : mulut terletak sejajar kepala menghadap ke depan

  3. Superior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah

  4. Inferior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah


DAFTAR PUSTAKA

Affandi, Ridwan. 1992. Ichtyologi, Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. IPB, Bogor

Djuanda, T. 1981. Taksonomi, Morfologi, dan Istilah-istilah Teknik Perikanan. Akademis Perikanan, Bandung

Lagler. 1997. FAO Species Identification Sheat For Fisheries Purpose.Kodansha, Japan

Rahardjo, M.F. 1985. Ichtyologi. Fakultas Perikanan Departemen Perairan Institut

Pertanian Bogor, Bogor

Saanin, H. 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Tjipta, Jakarta